Minggu, 10 Juni 2012

karangan ilmiah, semi ilmiah, dan non ilmiah

1. Perbedaan Karangan Ilmiah, Semi Ilmiah dan Non Ilmiah

 a. Karangan Ilmiah  

Karangan ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteiti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri. 
 Karangan ilmiah bersifat metodis, artinya dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. 
 Dalam bahasanya menggunakan ragam bahasa ilmiah atau menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah

. b. Karangan Semi Ilmiah  

Karangan semi ilmiah menghindari bahasa yang terlalu teknis. 
Karangan semi ilmiah lebih menutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah khusus.

  c. Karagan Non Ilmiah 

 Karangan non ilmiah merupakan karangan yang penuh dengan rekayasa penulis. 
Dalam penulisannya, karangan non ilmiah tidak menaati aturan kebahasaan. 
Dalam penyajiannya, karangan ilmiah tidak didukung fakta.

 2. Perbedaan Pra Skripsi, Skripsi, Thesis, dan Disertasi

 a. Pra Skripsi 

Merupakan karya tulis ilmiah yang digunakan sebagai persyaratan mendapatkan gelar sarjana muda. Karangan ini disyaratkan bagi mahasiswa pada jenjang akademik atau setingkat D-3.

 b. Skripsi 

Merupakan karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta-fakta empiris objektif baik berdasarkan penelitian langsung (observasi lapangan) maupun penelitian tidak langsung (studi kepustakaan) dan ditulis untuk mendapatkan gelar sarjana (S-1).

c. Thesis 

Merupakan karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. Thesis merupakan syarat untuk mendapatkan gelar magister (S-2). Penulisan thesis bertujuan untuk mensintesiskan ilmu yang diperoleh dari perguruan tinggi guna memperluas khasanah ilmu yang didapatkan di bangku kuliah magister, khasanah ini berupa temuan-temuan baru dari hasil suatu penelitian secara mendalam tentang suatu hal yang menjadi tuma thesis tersebut.

 d. Disertasi 

Merupakan karya tulis ilmiah yang menggunakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta akurat dengan analisis terinci. Penemuan tersebut bersifat orisinil dari penulis sendiri. Penulisan desertasi dilakukan untuk menyandang gelar doktor.

Makalah PPD PBSID

KARAKTERISTIK ANAK USIA SEKOLAH DASAR Makalah Disusun guna Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik Dosen Pengampu : Joko Santoso, M.Ag Disusun oleh: Eva Rahayu A310080167 Yuli Dian Supraptiwi A310080173 Muhammad Rois A A31011011 PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat Sekolah Dasar(SD). Seorang guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, maka sangat penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Selain karakteristik yang perlu diperhatikan juga adalah kebutuhan peserta didik. pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri. Secara ideal, dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah dan guru seyogyanya dapat menyediakan dan memenuhi berbagai kebutuhan siswanya dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa. Di samping memperhatikan karakteristik anak, implikasi pendidikan dapat juga bertolak dari kebutuhan peserta didik. Pemaknaan kebutuhan siswa SD dapat diidentifikasi dari tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang muncul pada saat atau suatu periode tertentu dari kehidupan individu, yang jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa arah keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya, sementara kegagalan dalam melaksanakan tugas tersebut menimbulkan rasa tidak bahagia, ditolak oleh masyarakat dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka ada dua rumusan masalah. 1. Apakah pengertian karakteristik siswa? 2. Apa sajakah karakteristik anak usia SD? C. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas maka ada dua tujuan penulisan makalah ini. 1. Mendekripsikan pengertian karakteristik siswa. 2. Memaparkan karakteristik anak usia SD. D. Manfaat Adapun manfaat dari penulisan makalah ini. 1. Teoritis. a. Mengetahui definisi atau pengertian karakteristik siswa. b. Mengetahui berbagai karakteristik anak usia SD. 2. Praktis. a. Sebagai bahan acuan dan masukan dalam mempelajari definisi atau pengertian karakteristik siswa. b. Sebagai tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana pemahaman tentang bentuk karakteristik anak usia SD.   BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Karakteristik Siswa karakteristik siswa merupakan semua watak yang nyata dan timbul dalam suatu tindakan siswa dalah kehidupannya setiap saat. Sehingga dengan demikian, karena watak dan perbuatan manusia yang tidak akan lepas dari kondrat, dan sifat , serta bentuknya yang berbeda-beda, maka tidak heran jika bentuk dan karakter siswa juga berbeda-beda. Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat Sekolah Dasar. B. Karakteristik Anak Usia SD Adanya karakteristik yang berbeda-beda antara siswa yang satu dengan yang lain menjadi acuan bagi para guru untuk memperhatikan kebutuhan masing-masing siswa. Sebagai guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya sehingga sangatlah penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Selain karakteristik yang perlu diperhatikan kebutuhan peserta didik. Adapun karakeristik dan kebutuhan peserta didik dibahas sebagai berikut. 1. Pertumbuhan Jasmani a. Tingkat Pertumbuhan Pada anak usia 10 tahun baik laki-laki maupun perempuan badannya bertambah berat kurang lebih 3,5 kg dan tingginya bertambah. Namun setelah remaja anak perempuan pada usia 12-13 tahun berkembang lebih cepat daripada anak laki-laki. Menginjak umur 7 tahun anak tidak akan banyak berubah sampai berusia 9 tahun, hal ini masih dalam keadaan normal dalam arti anak tidak mengalami kelainan dalam proses pertumbuhan (Tanner dalam bukunya Saring Marsudi,dkk, 2008). Adanya perbedaan dari ras, suku, bangsa, bahkan tingkat ekonomi, pertumbuhan juga dipengaruhi oleh lingkungan. Biasanya anak yang pertumbuhannya lebih cepat merupakan anak yang tercukupi gizinya, begitu sebaliknya. Anak yang tinggal di rumah yang bagus dan nyaman biasanya akan lebih matang daripada anak yang bersasal dari keluarga kurang mampu atau berada di lingkungan yang kurang baik dan kurang sehat. Dengan demikian faktor lingkungan sangat mempengaruhi pertumbuhan anak. b. Nutrisi dan Pertumbuhan Seperti dijelaskan di atas bahwa anak yang mengalami pertumbuhan cepat dan mempunyai badan sehat adalah anak yang tercukupi gizi dan nutrisinya. Pada usia pertengahan biasanya anak-anak mempunyai nafsu makan yang baik. Kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak sangat banyak sehingga nutrisi dan nafsu makannya juga bertambah. Nutrisi dan kesehatan amat mempengaruhi perkembangan fisik anak. Untuk mendukung pertumbuhan yang pesat, anak-anak memerlukan 2.400 kalori setiap hari, 34 gram protein, dan rata-rata karbohidrat yang tinggi minimum harus dipertahankan (E.R William&Cakiendo, dalam bukunya Saring Marsudi,dkk, 2008). Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban, kurang berdaya dan tidak aktif. Sebaliknya anak yang memperoleh makanan yang bergizi, lingkungan yang menunjang, perlakuan orang tua serta kebiasaan hidup yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. c. Kesehatan dan Kebugaran Anak Kesehatan anak sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga kesehatan dan kebugaran anak harus diperhatikan. Beberapa aspek kesehatan dan kebugaran yang harus diperhatikan seperti dijelaskan dibawah ini menurut Sring Marsudi,dkk. 1) Obesity Kegemukan pada anak-anak sering terjadi pada usia 6-11 tahun. Anak gemuk biasanya kurang aktif, dan suka menonton TV. Bagi para orang tua sebaiknya diperhatikan jangan sering memberikan hadiah berupa makanan yang manis-manis, sebaiknya memberikan makanan yang beraneka ragam juga memiliki kadar nutrisi yang cukup. 2) Kondisi medis pada masa anak-anak Pada umumnya anak-anak mendapatkan sakit yang akut dalam waktu singkat dengan berbagai kondisi medis. Penyebabnya biasanya karena virus atau flu. Di samping itu juga banyak terdapat penyakit seperti sakit tenggorokan, radang tenggorokan, infeksi telingan, dan gangguan emosional yang sering kali menjadi bertambah pada waktu anak mendekati usia puber. 3) Penglihatan Anak-anak berusia 6 tahun cenderung memiliki penglihatan jarak jauh, sebab mata mereka belum matang dan dibentuk secara berbeda daripada orang dewasa. Nmaun setelah umur 6 tahun, anak-anak memiliki penglihatan yang lebih baik. 4) Kesehatan Gizi Pada usia 6 tahun anak mengalami tanggal gigi yang pertama kali, dan diganti dengan gigi yang tetap setiap tahun. Mengkonsumsi jenis makanan manis dapat merusak gigi pada anak. 5) Kebugaran Anak Berolah raga baik untuk kebugaran anak, karena apabila anak-anak kurang berolah raga, umumnya mereka mempunyai bentuk jasmani yang kurang baik. 2. Perkembangan Intelektual dan Emosional a. Perkembangan Intelektual Beberapa aspek perkembangan intelektual pada usia kanak-kanak menurut Saring Marsudi,dkk, (2008) dijelaskan dibawah ini. 1) Perkembangan kognitif : tahap operasi kongkrit piaget Pada masa ini anka-anak berfikir secara logis mengenai segala sesuatu yaitu pada usia sampai kira-kira 11 tahun. 2) Berfikir operasional Kemampuan aktivitas mental sebagai kebalikan dari aktivitas jasmani yang merupakan dasar untuk mulai berfikir dalam aktivitasnya. 3) Konservasi Kemampuan untuk mengenal atau mengetahui bahwa dua bilangan yang sama akan tetap sama dalam substansi berat atau volume selama tidak ditambah atau dikurangi. b. Perkembangan Emosi Dalam perkembangan emosional pada masa kanak-kanak akan terjadi beberapa hal. 1) Gangguan emosional pada anak-anak Misalnya: anak pernah overdosis pada obat sehingga ia takut bila berobat, anak melihat emosi orang dewasa yang berlebihan sehingga mereka takut pada orang dewasa. 2) Beberapa tipe masalah emosional Misalnya: berkelahi, berbohong, mencuri, merusak hak milik dan merusak aturan yang berlaku. 3) Gangguan kecemasan Misalnya: terpisah dari orang tua yang berakibat sakit kepala, sakit perut, dan sebagainya. 4) Takut sekolah Misalnya: mendapat tugas yang berat di sekolah, mendapatkan guru yang galak disekolah, dan sebaginya. 5) Kematangan sekolah Anak memiliki kematangan baik mental maupun kondisi fisiknya untuk menerima tuntutan pendidikan formal. Beberapa jenis terapi yang dilakukan dalam perkembangan emosi dengan tiga cara yaitu dengan terapi individual, terapi bermain, dan terapi keluarga. 3. Perkembangan Jasmani Perkembangan bahasa abgi anak dibagi menjadi 3 fase besar. 1) Fase satu kata atau Holofrase 2) Fase lebih dari satu kata 3) Fase Deferensiasi a. Bahasa Tubuh Bahasa tubuh merupakan cara seseorang berkomunikasi menggunakn bagian-bagian dari tubuh. b. Bicara Biacara merupakan salah satu alat komunikasi yang paling efektif, bagi anak bicara tidak sekedr prestasi tetapi juga berfungsi untuk mencapai tujuan. Potensi anak berbicara didukung oleh beberapa hal. 1) Kematangan alat bicara 2) Kesiapan berbicara 3) Adanya model untuk dicontoh 4) Kesempatan berlatih 5) Motivasi untuk belajar dan berlatih 6) Bimbingan c. Gangguan dalam perkembangan Berbicara Ada beberapa gangguan yang sering kali dialami oleh anak. 1) Anak cengeng 2) Anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain 4. Perkembangan Sosial, Moral dan Sikap a. Perkembangan Sosial Untuk mempelajari perkembangan anak, tidak kita dapat hanya melihat lingkungan langsung, tetapi juga interaksi lingkungan yang lebih besar. Hubungan interaksi positif akan mendorong perkembangan yang sehat dan positif pula, begitu sebaliknya. Orang tua diharapkan memberi hadiah/ganjaran pada anak yang berperilaku positif, dan memberikan hukuman pada anak yang berperilaku negatif. Fungsi hadiah/ganjaran yang penting dalam pendidikan yaitu memiliki nilai pendidikan, memberikan motivasi pada anak, dan memperkuat perilaku. Sedangkan hukuman berfungsi untuk megurangi perbuatan kesalahan, mendorong anak untuk berbuat benar, dan sebagai penguat motivasi. b. Perkembangan Moral dan Sikap Moralitas dapat didefinisikan sebagai kapasitas untuk membedakan yang benar dan salah. Moralitas memiliki tiga komponen yaitu komponen afektif, kognitif, dan perilaku. Proses pembentukan perilaku moral dan sikap anak dijelaskan sebagai berikut. 1) Imitasi (imitation) Imitasi berarti peniruan sikap, cara pandang serta tingkah laku orang lain yang dilakukan dengan sengaja oleh anak. 2) Internalisasi Internalisasi merupakan suatu proses yang merasuk pada diri individu (anak0 karena pengaruh sosial dalam kehidupannya. 3) Introvert dan Ekstrovert Introvert adalah kecenderungan individu untuk menarik diri dari lingkungan sosialnya. Ekstrovert adalah kecenderungan individu untuk mengarahkan perhatian keluar dirinya sehingga minat, sikap, dan keputusan yang diambil lebih banyak ditentukan oleh orang lain. 4) Kemandirian Kemandirian adalah kemampuan individu untuk berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain baik dalam bentuk material maupun moral. 5) Ketergantungan Ketergantungan ditandai dengan perilaku anak yang bersifat kekanak-kankan, perilaku tidak sesuai dengan anak lain yang sebaya usianya. 6) Bakat Ada dua jenis bakat yaitu bakat yang bertalian dengan kemahiran atau kemampuan mengenai suatu bidang pekerjaan khusus, dan bakat yang diperlukan untuk berhasil dalam tipe pendidikan tertentu.   KESIMPULAN Seorang guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, maka sangat penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri. Secara ideal, dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah dan guru seyogiyanya dapat menyediakan dan memenuhi berbagai kebutuhan siswanya dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa. Sepeti pemenuhan kebutuhan fisiologis, pemenuhan kebutuhan rasa aman, pemenuhan kebutuhan kasih sayang atau penerimaan, pemenuhan kebutuhan harga diri , pemenuhan kebutuhan akatualisasi diri.   DAFTAR PUSTAKA Arifin Hamid. 2011. Perkembangan Peserta Didik. Makalah. Http://MAKALAH%20PERKEMBANGAN%20PESERTA%20DIDIK%20%C2%AB%20hamidummajid.htm. Di akses pada tanggal 4 April 2012 pukul 09.30WIB. Dani. 2012. Karakteristik Anak Usia Sekolah Dasar. Http://karakteristik-anak-usia-sekolah-dasar.html. Di akses pada tanggal 14 April 2012 pukul 13.00 WIB. Elizabeth B, Hurlock. 1993. Psikologi Perkembangan. Jakarta. Erlangga Marsudi, Saring, dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Surakarta: BP-FKIP UMS

Rabu, 18 Januari 2012

PANTAI SIUNG



Keindahan alam yang diciptakan Sang Pencipta memang tidak ada duanya. Aku bersama teman-teman berangkat menuju sebuah tempat yang memiliki keindahan yang luar biasa. sebuah pantai yang terletak di Jogja. pantai siung menjadi lebih indah dengan batu-batu karang yang mengelilingi pantai. keindahan pantai siung dapat kita nikmati dengan cara memanjat tebing maupun batu karang yang ada disitu. dari atas pemandangan lebih menakjubkan. tidak akan bosan deh menikmati keindahan pantai siung....mantaaaabbb...!!!



berkunjung ke pantai siung tidak akan menyesal....aku dan tmean-temanku ketagihan menikmati keindahannya...hemmm...



keindahan alamnya masih sangat alami...cocok banget untuk merefres otak dari penatnya katifitas..aseeegg...



akses menuju pantai siung pun sudah memadai...hanya saja kalau malam sepanjang jalan akan lebih gelap...karena masih minim lampu..

Minggu, 15 Januari 2012

JERITAN PEMILIK SERIBU SAYAP

Cerpen,

Kicauan burung kutilang peliharaan Mbah Jenggot seakan-akan menyambut cerahnya senin pagi ini. Ayam berkokok dari setiap sudut rumah yang berjajar di desa kecil Sidakala. Dengan seragam putih abu-abu, kerudung putih yang membalut kepala Sitha, menambah eloknya ciptaan Tuhan di dunia ini.
Mbah Jenggot sungguh bangga melihat anak semata wayangnya menjadi anak yang shalekhah. Sitha pun bangga mempunyai Ayah yang pantang menyerah dan selalu menyayanginya meskipun Ayahnya bekerja hanya sebagai tukang ojek. Kecantikan dan kepribadian yang dimiliki Sitha membuat Ia dijuluki sebagai Bunga Desa, namun Ia tak pernah besar kepala. Semakin dianggap baik oleh orang-orang, maka tanggung jawab Sitha semakin besar. Seperti pepatah mengatakan “Bagaikan ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk”, begitulah nasihat Ayahnya kepada Sitha setiap hari.
Sitha dilahirkan bukan dari keluarga kaya, mungkin bisa dikatakan miskin, namun Sitha dan Ayahnya tidak pernah menganggap dirinya miskin. Mereka berdua pandai bersyukur atas segala rizki yang diberikan Tuhan kepada keluarga kecilnya. Sitha mempunyai Ibu yang menyayanginya sepenuh hati. Tiga tahun silam beliau telah meninggalkan dunia ini karena sakit jantung. Jalani hidup tanpa kehadiran seorang Ibu tidak membuat gadis cantik ini patah semangat, karena masih ada Ayahnya yang menyayanginya sepenuh jiwa dan raga.
Sitha memang anak yang beruntung, Ia melanjutkan studinya ke perguruan tinggi dengan beasiswa prestasi. Jumlah anak yang bersekolah di Desa Sidakala masih bisa dihitung dengan jari, oleh karena itu Mbah Jenggot sangat mengharapkan kesuksesan dari anak semata wayangnya Sitha. Mbah jenggot merasa bahwa dengan pendidikan tinggi dapat mengangkat derajat keluarga di mata masyarakat, begitulah yang terjadi di Desa Sidakala.

***

Awal Agustus 2007 Sitha mendaftar di sebuah Universitas ternama di Jawa Tengah, tepatnya di Solo. Sitha mempunyai sepupu bernama Salsabila yang kuliah di Universitas yang sama, tetapi Salsabila sudah masuk semester lima. Sitha meminta bantuan Salsabila untuk mencari tempat tinggal yang dekat dengan kampusnya.

“Maaf ya Sitha kamu nggak bisa satu kos sama aku, soalnya kos aku sudah penuh”, ujar Salsabila.
Dengan sikap ramahnya, Sitha pun menjawab, “tidak apa - apa Bila, aku mau cari kos yang dekat dengan kampus saja. Aku kan nggak punya motor?”

(Salsabila memberikan senyuman kepada Sitha sambil mengkerutkan keningnya)

Satu jam setelah berkeliling kampus maka dapatlah satu tempat kos yang murah dan nyaman. Salsabila merasakan keganjalan melihat suasana kos yang sepi dan sesekali ada laki – laki keluar masuk kamar dari salah satu penghuni kos, padahal ini adalah kos khusus putri. Dengan sedikit terlukis wajah khawatir, Salsabila mencoba membujuk Sitha untuk survey kos yang lain.

“Sitha, kamu yakin mau kos disini? Kita keliling lagi aja yuk?” begitu ujarnya sambil mengkerutkan dahinya.

Tanpa ragu Sitha menjawab: “sudah Bil, aku mau disini saja. Tempatnya enak dan murah, lagi pula nggak begitu rame. Pasti enak buat belajar”.

(lagi – lagi Salsabila hanya bisa memberi senyuman sambil mengangkat bahunya).

***

Satu semester sudah Ia selesaikan. Nilai yang Sitha peroleh pun sangat memuaskan. Mbah jenggot sangat bangga melihat nilai – nilai Sitha yang hampir semua mendapat nilai “A”. Indeks Prestasi (IP) semester pertama Sitha mencapai 3.94, sungguh awal yang indah.
Perbincangan hangat pagi itu membuat Sitha makin semangat untuk belajar lebih giat.

“Nak, Ayahmu sudah tidak punya siapa - siapa lagi. Hanya kamu harapan Ayah. Kamu tahu kan maksud Ayah?” Begitu ujar Mbah Jenggot dengan nada bak nasihat.

(Sitha menghembuskan nafas panjang dan melepaskannya dengan senyuman manis yang di lontarkan untuk Ayah tercintanya)

“iya Ayah, Sitha tahu maksud Ayah. Sitha pasti lakukan yang terbaik untuk Ayah dan keluarga kecil kita Yah.” Jawab Sitha manis.
(Dalam hati, Sitha ingin menceritakan sedikit tentang suasana tempat tinggal Sitha bahwa penghuni kos yang lain sering membawa teman laki – lakinya untuk menginap bahkan ada yang minum minuman keras,dan juga tak pernah luput dari asap rokok. Sitha tidak ingin Ayahnya khawatir, akhirnya Sitha tidak jadi bercerita dan memilih untuk bungkam.)

***

Lima semester Sitha menjalani Studinya. Lima semester pula Sitha bergaul dengan teman – teman kosnya yang rata – rata perokok aktif. Tak jarang pula Sitha diajak untuk mencicipi setetes dua tetes minuman keras dan menyedot asap rokok. Setiap malam minggu pasti ada pesta minuman di salah satu kamar penghuni kos secara bergantian. Disitu Sitha selalu dibujuk untuk sesekali ikut pesta.

“hey Sitha, came on baby…ilangin dulu lah penat di otakmu. Kita happy bareng yuuk. Ayah kamu nggak akan tahu.” ajak Rino salah satu teman kosnya.

“iya Rin, kapan – kapan saja ya? Besok ada laporan yang harus aku kumpulkanke Dosen” dengan alasan tugas Sitha menolak ajakan Rino.

(sambil berputar kembali ke kamarnya, Rino menghisap putung rokok yang baru Ia nyalakan dan melambaikan tangannya pada Sitha)

***

Satu jam setelah itu, ketika Sitha baru berbaring sejenak di tempat tidurnya, tepatnya pukul 20.30 Sitha mendapat kabar dari Salsabila yang berada di kampung, mengabarkan bahwa Ayahnya meninggal karena kecelakaan.

“Innalillahiwainnailaihiroji’un” hanya itu kata yang terlontar dari bibir Sitha.

Seketika tubuh Sitha terasa begitu dingin dan lemas bak tak bertulang. Wajah yang sebelumnya merah merona dengan sekejab berubah pucat bak kehilangan saripati hidupnya. Sejenak Ia duduk di pojok kamarnya dengan mata yang berkaca – kaca Ia terus memanggil nama Allah. Pandangan yang mulai redup terasa semakin gelap. Telinganya tak dapat lagi mendengar meriahnya pesta di luar kamarnya. Alunan musik berubah menjadi sebuah sambaran petir yang begitu menyengat hatinya. Tetes demi tetes, air mata Sitha keluar membasahi pipinya. Deras, deras, dan semakin deras linangan air matanya.

***

Seminggu kemudian, Sitha sudah mulai kembali masuk kuliah. Teman – teman kosnya tidak pernah berhenti menghiburnya. Disitu Sitha merasa punya teman dan akhirnya menganggap mereka adalah keluarga barunya.

“makasih ya, kalian semua baik sekali. Bolehkan aku menganggap kalian adalah keluargaku?” ujar Sitha

Tanpa basa – basi teman - teman Sitha menerima Sitha untuk menjadi keluarga barunya.
“iya Sitha, pasti boleh. Kita semua sayang sama Sitha” jawab Rino.

Keputusan Sitha membuat dirinya terperosok masuk ke dalam jurang yang penuh dengan duri – duri empuk yang tidak terasa menusuk seluruh jiwanya. Hari demi hari, waktu demi waktu, Sitha makin jauh dari Agama. Pekatnya asap rokok, panasnya minuman keras, dan ganasnya seks bebas adalah hal yang sudah tidak tabu lagi bagi Sitha.
Kini Sitha bukan hanya berstatus sebagai mahasiswi, namun sekarang Ia juga berstatus sebagai pelacur. Sitha merasa di situlah jalan rejekinya. Kebutuhan yang makin hari makin banyak dan rasa kecanduan yang telah tergores di dinding otaknya, membuat Sitha tidak bisa lepas dari pekerjaannya. Begitu Ia jalanai kehidupannya sampai Ia menginjak semester delapan yang mestinya sudah mulai membuat skripsi. Rutinitas yang Sitha jalani membuat nilai – nilainya turun dan kehilangan beasiswa yang sudah Ia dapatkan sejak masuk kuliah. Hal ini membuat Sitha lebih fokus untuk mencari uang dan uang. Akhirnya Ia tidak bisa lulus tepat waktu.

***

Hari ini tanggal 10 Juni. Hari ulang tahunnya. Tahun ini Sitha berumur 22 tahun. Di hari ini pula Sitha di tembak satu cowok yang Ia kenal dari media Facebook yang selama ini menjadi tempat curhatmya sejak lama. Cowok berbadan tinggi dan putih ini bernama Soleman. Soleman berprofesi sebagai Guru Olahraga di sebuah SMA Swasta sekitar kampusnya. Ketampanan wajah dan keramahan sikap Soleman kepada Sitha membuat Ia tak bisa menolak tawarannya untuk menjadi kekasihnya.

(di sebuah Taman tengah kota Soleman menggenggam erat tangan Sitha, menatap tajam indah matanya yang menandakan keseriusan dalam diri Soleman. Sitha yang tercengang melihat Soleman berlutut di depannya tak kuasa melontarkan kata - kata)

“Sitha, entah kenapa tak ada rasa ragu sedikitpun dalam hati aku untuk memilihmu menemaniku jalani kehidupan yang penuh lika – liku ini. Jangan pula kau tanya kenapa aku bisa begitu sayang sama kamu. Sitha, maukah kamu menjadi satu – satunya orang yang ada di hati aku?” ungkap Soleman tanpa ragu.

Dengan nada lirih dan manja, Sitha pun menjawab, “iya, aku mau menjadi pacar kamu. Mau banget”

Sedikit senyuman terlontar untuk Shita.
“Sitha, aku nggak ingin kamu jadi pacar aku”. Sambung Soleman.

(Sitha tidak tahu maksud Soleman. Sitha merasa malu dan salah tingkah. Tanpa berkata apa – apa Ia mengerutkan dahi dan mengangkat bahunya yang menandakan Ia bertanya kepada Soleman maksud dari kata - katanya)

Pelan – pelan Soleman melanjutkan pembicaraannya.
“Sitha, sebelumnya aku minta maaf, aku ingin jujur. Memang aku sudah tau seluk beluk kamu dari nol sampai sekarang, apa yang sudah kamu lakukan, baik dan buruknya, semua itu tak menjadi masalah buat aku (semakin erat genggaman tangannya). Ketulusan cinta yang aku punya untuk kamu membuat aku ingin menjadi keluarga utamamu. Aku tahu Sitha bukanlah orang nakal. Sitha yang aku kenal adalah Sitha yang sayang keluarga dan sayang Allah. Sekarang apakah Sitha mau menjadi Istri aku?”

(malam ini terasa begitu indah bagi Sitha. Hembusan angin yang menabrak pepohonan dan memantul ke rambut Sitha tak kuasa Ia hindari. Di temani kerlap – kerlip bintang dan indahnya bulan sabit di atas sana menambah susana romantis malam ini. Sejenak Ia memejamkan mata, merasakan betapa damianya hati ini. Sedikit pertanyaan ada di benak Sitha untuk Soleman)

“Mas, apakah Mas Soleman yakin mau menjadikan aku istri? Apakah aku pantas menjadi pendampingmu? Aku kotor. Aku hina. Aku durhaka” Cetus Sitha.

“Apakah Sitha mau berhenti dari kebiasaan buruk itu? Aku janji akan selalu membuatmu bahagia sayang. Aku janji. Jika Sitha mau menerima aku, malam minggu besok aku akan melamar Sitha. Aku akan membawa orang tua aku bertemu dengamu Sitha” Soleman berusaha meyakinkan Sitha.

Linangan air mata Sitha keluar dari mata indahnya dan membasahi pipinya. Deras, deras dan semakin deras sehingga mascara yang Ia pakai luntur. Dengan terbata – bata Sitha mencoba mengungkapkan apa yang ia rasakan.
“Mas, aku berjanji akan keluar dari kehidupan yang hina ini. Aku berjanji akan menjadi istri yang sholekhah untuk Mas, Sitha janji Mas, Sitha janji”

(Sitha ikut berlutut dan menggenggam erat tangan Soleman, namun Soleman melepaskan genggaman tangannya dan mengahapus air mata Sitha. Senyuman terlontar dari kedua sejoli yang sedang dimabuk asmara).

***

Keesokan harinya Sitha berpamitan dengan teman – temannya. Sitha benar – benar tidak mau lagi merasakan pekatnya asap rokok, panasnya minuman keras, dan kenikmatan sesaat dari seks bebas. Teman – teman Sitha tidak keberatan sama sekali, justru mereka ikut senang mendengar kabar dari Sitha.
Sekarang Sitha telah resmi menikah dengan cinta pertama dan terakhirnya yaitu Soleman. Sitha memutuskan untuk memakai kerudung sehingga membuat Soleman makin cinta pada istrinya. Mertuanya sangat menyayangi Sitha seperti menyayangi anaknya sendiri. Semester ini pun Sitha wisuda di temani oleh keluarga barunya yang begitu menyayanginya. Sitha mendapat nilai yang sangat memuaskan dengan peringkat pertama paralel.
Keberuntungan yang Sitha dapatkan bak kupu – kupu yang mempunyai seribu sayap. Ketika satu sayap patah, maka masih banyak sayap yang akan membantunya terbang.
Sebagai hadiah atas keberhasilan Sitha, suaminya mengajak bulan madu ke Paris. Soleman tahu, Sitha pernah bermimpi ingin pergi ke Paris. Dengan penuh rasa bangga Ia mengabulkan keinginan Istri tercintanya untuk bulan madu ke Paris. Ketika mereka berdua sampai di depan menara Eiffel, tiba – tiba Sitha melepaskan genggaman tangan suaminya dan berlari kecil ke depan. Sitha berteriak sekencang – kencangnya.

“Aku kupu –kupu bersayap seribu…..!!!”

Itulah kata – kata yang selama ini Sitha ingat dari almarhumah Ibunya dan Almarhum Ayahnya ketika bermain bersama kala Sitha kecil. Kebahagiaan yang Sitha dapatkan membuat Sitha merasa kecil di hadapan Tuhan. Ketulusan hati dan jerih payahnya dalam memperjuangkan hidup telah terbalaskan dengan kebahagiaan yang Ia dapatkan. Sitha ingin tetap menjadi kupu – kupu cantik untuk Suaminya.


~ || ~
( selesai )

Rabu, 16 Maret 2011

MOM LOVE

Puisi

~ CINTA IBU ~

Nduk….
terdengar lirih dari telingaku

nduk….
ku dengar lagi suara merdu itu

nduk bangun..
aku kenal suara itu
suara bak malaikat
pembawa kunci pintu surga
berupaya membuka mata ini
untuk melihat dunia
fajar pagi seindah senyum di wajahnya
betapa mulianya Ia
Ibu...
begitu ku memanggilnya.

By: epha’

AKAL & WAHYU

PEMBAHASAN
A. Pengertian akal dan wahyu
Akal berasal dari kata bahasa arab ‘aqala-ya’qilu’ yang secara lughawi memiliki banyak makna, sehingga kata al-‘aql sering disebut sebagai lafzh musytarak, yakni kata yang memiliki banyak makna.
Kata al-‘aqlu sebagai mashdar (akar kata) juga memiliki arti nurun ruhaniyyun bihi tudriku al-nafsu ma la tudrikuhu bi al-hawas, yaitu cahaya ruhani yang dengannya seseorang dapat mencapai, mengetahui sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh indra. Sedangkan kata al-‘aqil (bentuk pelaku, isim fa’il) sering digunakan untuk menyebutkan manusia, karena manusialah yang berakal. Makhluk selain manusia disebut dengan ghair al-‘aqil (makhluk tak berakal).
Atas dasar beberapa pengrtian lughawi diatas, maka yang dimaksut dengan akal dalam konteks pembahasan Studi Islam ini adalah daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia, daya yang dimiliki manusia untuk memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitarnya. Akan tetapi dalam pengertian ini pulalah yang dalam islam dihadapkan (tetapi bukan dipertentangkan) dengan wahyu, yang membawa pengetahuan dari luar diri manusia, yaitu dari Allah.
Adapun kata wahyu berasal dari bahasa arab al-wahyu, merupakan kata asli arab, bukan kata pinjaman dari bahasa asing (mu’ar-rab). Kata itu memiliki arti suara, api, dan kecepatan. Al-wahyu juga sering diartikan dengan bisikan, isyarat, tulisan dan kitab. Oleh karena itu, wahyu dipahami sebagai pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat.
B. Istilah Akal dan Wahyu dalam al-Qur’an
Kata al-‘aqlu dalam bentuk kata benda (masdar) tidak terdapat dalam al-Qur’an.
Al-Qur’an hanya memuat dalam bentuk kata kerjanya. Sebagai contoh ayat-ayat berikut ini :
Beberapa ayat tersebut mewakili kata-kata kunci yang memiliki akar kata sama dengan kata akal, menunjukan beberapa makna sebagai berikut:
1. Kata akal diartikan dengan memahami, mengerti, berfikir, memikirkan dan merenungkan.
2. Dorongan dan bahkan keharusan manusia untuk menggunakan akal pikiran.
3. Martabat manusia ditentukan oleh penggunaan akal pikirannya dalam menghadapi sesuatu.
4. Akal merupakan kunci untuk mendapatkan pengetahuan.
Disamping kata al-‘aql, sebagaimana diuraikan diatas, juga banyak memuat kata-kata kunci yang berhubungan atau bahkan semakna dengan akal, seperti al-qalb, faqiha, tafaqqaha, tafakkara, tadabbara, tazakkara, ‘alima dan nazhara.
Kata wahyu dan tashri (penisbahan)-nya, baik balam bentuk fi’il madhi maupun dalam bentuk mashdar-nya.dilihat dari segi maknanya dapat dikelompokan sebagai berikut:
1. Wahyu dalam arti firman Allah yang disampaikan kepada Nabi dan Rasul-Nya,yang berupa risalah atau kitab suci.
2. Wahyu dalam arti firman (pemberitahuan)Allah kepada Nabi dan Rasul-N untuk mengantisipasi kondisi dan tantangan tugasnya.
3. Wahyu dalam arti instink atau nurani atau potensi dasar yang diberikan Allah kepada makhluknya.
4. Wahyu dalam arti pemberi ilmu dan hikmah.
5. Wahyu dalam arti ilham atau petunjuk Allah kepada manusia dalam bentuk intuisi atau inspirasi dan bisikan hati.
Adapun yang dimaksud dengan wahyu dalam pembahasan ini adalah firmanAllah Swt, yang dititahkan kepada para Nabi-Nya sbagai risalah bagi kehidupan manusia sesuaikehendak Allah Swt.
C. Kedudukan dan Fungsi Akal dan Wahyu dalam Memahami Islam
Manusia yang tidak menggunakan akalyang terdiri dari daya piker dan qalbu, maka hilanglah ciri dan sifat kemanusiaannya. Namun, penggunaan akal yang berlebihan dan diluar proporsinya, juga akan menyebabkan tergelincirnya manusia ke lembah dosa dan kesesatan.
Daya piker manusia menjangkau wilanyah fisik dan masalah-masalah yang relative, sedangkan qalbu memiliki ketajaman untuk menangkap makna-makna yang bersifat metafisik dan mutlak. Oleh karenanya dalam hubungan dengan upaya memahami islam, akal memiliki kedudukan dan fungsi sebagai berikut:
1. Akal sebagai alat yang strategis untuk mengungkap dan mengetahui kebenaran yang terkandung dalam al-Qur’an dan sunnah Rasul.
2. Akal merupakan potensi dan modal yang melekat pada diri manusia untuk mengetahui maksud-maksud yang tercakup dalam pengertian al-Qur’an dan sunnah.
3. Akal juga berfungsi sebagai alat yang dapat menangkap pesan dan semangat al-Qur’an dan sunnah.
4. Akal juga berfungsi untuk menjabarkan pesan-pesan al-Qur’an dan sunnah.
Adapun wahyu dalam hal ini dapat dipahami sebagaiwahyu langsung (al-Qur’an) ataupun wahyu tidak langsung (al-Sunnah). Oleh karena itu Fungsi dan kedudukan wahyu dalam memahami islam adalah:
1. Wahyu sebagai dasar dan sumber pokok ajaran islam.
2. Wahyu sebagai landasan etik.

D. Akal dan Wahyu: Perspektif Tujuan Penciptaan Manusia
Dalam kajian filosofis, subjek yang mencipta segala yang ada (maujudat) disebut Tuhan, sementara segala yang ada sebagai objek penciptaan-Nya disebut alam. Alam merupakan tanda-tanda Tuhan. Al-Qur’an sebagai firman Tuhan menyebutkan: Akan kami tunjukkan tanda-tanda Kami di jagat raya dan di dalam diri mereka sendiri (manusia) [QS Fushshilat (41):53]. Di ujung ayat, disebutkan secara tidak langsung adanya manusia. Manusia adalah salah satu makhluk (ciptaan) Tuhan yang ada di alam (semesta) ini. Dengan demikian, manusia menduduki posisi unik antara alam dan Tuhan, yang memungkinkan dirinya berkomunikasi dengan keduanya (Kartenegara,2002:137). Dengan posisinya yang unik itu, manusia diciptakan Tuhan bukan tanpa tujuan. Untuk memenuhi tujuan penciptaan itu adakah Tuhan memperlengkapi manusia dengan sarana-sarana yang memungkinkan dia mewujudkan tujuan penciptaannya.

1. Manusia sebagai Puncak (Tujuan Akhir) Penciptaan Alam
Dalam konteks tujuan akhir penciptaan alam, maka seluruh isi alam adalah untuk manusia, ibarat seluruh akar, batang dan daun pisang dipersiapkan untuk buahnya. Apabila mau direnungkan, bukankah apa saja yang ditemukan di dunia ini adalah untuk manusia? Tentang ini sebuah hadist qudsi menyatakan: “Lau laka wa lan laka, ma khalaqtu al- alama kullaha” (“ Kalau bukan karenamu, tidak akan Kuciptakan alam semesta ini seluruhnya.”) Al-Qur’an sendiri menyebutkan: “Dialah (Tuhan) yang menjadikan segala apa yang ada di bumi untukmu.” [QS Al-Baqarah (2):29].
Sedangkan dalam konteks puncak penciptaan alam, manusia secara biologis adalah makhluk yang paling lengkap dan paling canggih, dalam pengertian mengandung semua unsure yang ada dalam kosmos, mulai unsur-unsur mineral, tumbuh-tumbuhan, hewan, hingga unsur-unsur khas manusia itu sendiri yang merupakan daya-dayanya yang istimewa. Hal ini--kembali ke contoh Rumi--ibarat buah, melalui bijinya, yang mengandung di dalamnya semua unsure pohon yang melahirkannya, seperti akar, batang, dahan, ranting dan daun. Karena itulah, manusia sering disebut juga sebagai mikrokosmos (dunia kecil) yang terkandung di dalam dirinya semua unsur yang ada dalam kosmos. Mengandung unsur mineral dimaksudkan bahwa manusia memiliki daya atomik. Mengandung unsure tumbuh-tumbuhan berarti bahwa manusia memiliki daya-daya nabati, yaitu makan (nutrition, al-ghadziyah), tumbuh (growth, al-munmiyah), dan berkembang biak (reproduction, al-muwallidah). Mengandung unsur-unsur hewan berarti bahwa manusia memiliki daya-daya hewani, yaitu penginderaan (sense perception, al-mudrikah) dan gerak (locomotion, al-muharrikah). Khusus tentang penginderaan, Ibnu Sina, seorang pemikir Islam klasik, memperkenalkan indera-indera batin di samping indera-indera lahir yang kita kenal; kebetulan ada lima, sehingga dapat disebut panca indera. Kelima indera batin itu adalah (1) indera bersama (common sense, al-hiss al-musyatarak); (2) daya retentive (al-khayal), kemampuan untuk merkam bentuk-bentuk lahiriah; (3) daya imajinasi (al-mutkhayyilah), kemampuan untuk menggabungkan secara mental berbagai bentuk fisik sehingga menghasilkan bentuk yang unik, yang mungkin tidak ditemui dalam dunia nyata, seperti kuda terbang; (4) daya estimatif (al-wahmiyah), kemampuan untuk menilai sebuah objek dari sudut manfaat atau bahayanya; dan (5) daya memori (al-hafizhah), kemampuan menyimpan data baik yang empiris maupun non-empiris (Nasution, 1973: 30-31; dan Kartanegara, 2002:49).
Adapun unsure khas manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk lain adalah akal. Secara funsional, akal terbagi dalam dua daya: kemampuan kognitif atau teoritis, dan kemampuan manajerial atau praktis. Cara akal mengabstraksikan makna dari data-data inderawi adalah dengan mengelokpokkan data-data inderawi yang masuk dalam kategori-kategori tertentu, sehingga menghasilkan konsep-konsep yang universal. Manusia sebagai puncak atau tujuan akhir penciptaan alam dengan daya-daya yang dimilikinya sebagaimana dijelaskan di atas disempurnakan Tuhan dengan dikaruniai sesuatu yang bersifat ruhani, yang menjadikan manusia bukan hanya makhluk fisik, melainkan juga makhluk spiritual. Wahyu merupakan sabda atau firman Tuhan yang disampaikan kepada manusia yang menjadi pilihan-Nya (yang telah mencapai tinggkat kesempurnaan, disebut al-insan al-kamil, yaitu Nabi atau Rasul) untuk terus disampaikan kepada manusia lainnya sebagai pegangan dan panduan hidup.
2. Tujuan Penciptaan Manusia
Denagn daya-daya yang dimilikinya sebagai puncak penciptaan alam, ternyata manusia sebagaimana diinformasikan Al-Qur’an, diciptakan dengan tujuan untuk menjadi khalifah (wakil) Tuhan di muka bumi. Tujuan penciptaan yang terakhir ini hanya dimandatkan kepada manusia. Untuk melaksanakan fungsi khalifah ini, manusia diberi anugerah oleh Tuhan dengan dua buah hadiah yang sangat istimewa, yaitu ilmu pengetahuan (‘ilm) dan kebebasan memilih (ikhtiyar). Dan untuk menerima kedua hadiah itu, manusia telah dilengkapi di dalam dirinya sarana atau piranati, berupa akal, dan fasilitas lain di luar dirinya, berupa wahyu Tuhan yang diturunkan kepada manusia yang telah mencapai tingkata kesempurnaan yang dalam bentuk konkretnya diwakili oleh Nabi Muhammad s.a.w. Dengan kata lain, dibekali sarana internal, yaitu akal, dan anugerah fasilitas wahyu, manusia itu pontensial memiliki pengetahuan dan kebebasan memilih dalam kerangka menjalankan peran khalifah --membangun kebudayaan atau peradaban--sebagai tujuan penciptaannya.

Sabtu, 15 Januari 2011

CORETANKU

Sejuknya Cintamu

Hembusan angin mulai terasa
Alangkah sejuknya pagi ini
Panas tak ku rasa
Dinginpun tak ku rasa
Kesejukan cinta yang kau bawa
Membuat hati makin tentram
Ketentraman cinta ini
Datang dari ketulusan hati
Rasa cinta kasih tiada henti
Yakin kebahagiaan menghampiri



3juni2010
By: Ep_ph@’