Senin, 20 Desember 2010

STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM BAHASA INDONESIA

A. JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Strategi Pembelajaran Ekspositori
Model pembelajaran ekspositori meruapakan kegiatan mengajar yang berpusat pada guru dimana guru memberikan informasi, menerangkan suatu konsep, mendemonstrasikan ketrampilannya mengenai pola, aturan, dahlil, member kesempatan siswa bertanya, guru memberikan contoh soal dan siswadiminta mengerjakan soal secara individual atau bersama-sama.
Metode yang dekat dengan ekspositori adalah metode ceramah dan metode demonstrasi. Keduanya sifatnya memberikan informasi, di sini guru tidak terus berbicara, namun guru member informasi hanya pada saat-saat tertentu. Misalnya, pada topic baru, pada waktu memberikan contoh-contoh soal, pada permulaan pelajaran dan sebagainya. Metode ekspositori ini akan menjadi metode yang efektif dan efisien yang dapat menyebabkan siswa belajar secara bermakna, bila digunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan situasi dan kondisi.
2. Strategi Pendekatan Pembelajaran Heuristik
Pada pembelajaran dengan pendekatan Heuristik, guru pertama-tama mengarahkan siswa pada sejumlah data/informasi tertentu. Siswa diminta membuat kesimpulan dari data itu. Bila kesimpulan itu benar maka tercapailah tujuannya, dan prose situ telah selesai, tetapi bila kesimpulan itu belum tepat maka guru memberikan tambahan data atau informasi dengan tujuan agar siswa mampu membuat kesimpulan yang benar. Pendekatan yang trermasuk heuristic adalah metode penemuan (discovery) dan metode inkuiri (inquiry).
a. Metode Penemuan (Discovery)
Metode ini mendasarkan pada prinsip bahwa isi/materi suatu bidang studi bukanlah merupakan serangkaian fakta yang lepas (terisolasi), tetapi ada berbagai cara untuk mengorganisasikan fakta yang terperinci dalam rangka memahami suatu konsep. Metode penemuan itu penting karena alas an sebagai berikut:
1) Pada kenyataan ilmu pengetahuan itu diperoleh melalui penemuan demi penemuan. Dengan cara ini siswa telah diajak untuk menghayati proses penemuan itu.
2) Konsep yang abstrak akan mudah dipahami dan diingat melalui proses penemuan sendiri.
3) Dapat meningkatkan kemampuan memecah masalah dan dapat lebih kreatif.
4) Menemukan sendiri menimbulkan percaya diri terhadap diri sendiri, dapat meningkatkan motivasi, meningkatkan rasa ingin tahu untuk belajar lebih lanjut.
b. Metode Inkuiri
Metode inkuiri adalah pendekatan pengajaran dimana siswa sendiri bebas memilih atau mengatur obyek belajarnya, mulai dari penentuan masalah. Proses pengumpulan data, analisis sampai eksperimentasi. Pada metode inkuiri ini siswa dibimbing untuk sampai pada penemuan konsep sendiri, tetapi itu tidak mesti telah diketahui oleh guru. Dalam metode inkuiri ini yang lebih dipentingkan adalah proses penemuannya atau cara menemukan, sedagkan hasilnya itu nomor dua. Tujuan dari pendekatan inkuiri adalah agar siswa belajar melaksanakan metode ilmiah dan kemudian mampu menerapkan pada pemecahan masalah pada situasi yang lain.
3. Strategi Pembelajaran Cooperative
a. Pembelajaran Cooperative Learning
Model Cooperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri atas dua orang atau lebih. Keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri. Dalam pendekatan ini, siswa merupakan bagian dari suatu system kerjasama dalam mencapai hasil yang optimal dalam belajar.

4. Strategi Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstual
Pembelajaran contekstual teching and learning (CTL) menurut Nurhadi (2003) adalah konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Selain itu juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sendiri-sendiri.
Landasan filosofi CTL adalah kontruktivisme, yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar mengahafal. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.
Dengan pendekatan kontekstual (CTL) proses pembelajaran diharapkan berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa untuk bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuandari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, mereka mereka dalam status apa dan pelajari berguna bagi hidupnya.
5. Strategi Pembelajaran Inovatif
Berbagai macam strategi, metode, model atau teknik mengajar sudah diterpakan dan selalu diusahakan ada inovasi. Metode yang tidak mengaktifkan siswa, berpusat pada guru, membuat siswa bosan, dan sebagainya dianggap sebagai metode yang konvensional. Metode yang membuat siswa aktif, kreatif, menyenangkan, dan sebagainya yang dianggap baru yang meruapakan pembaharuan dalam pembelajaran dianggap sebagai metode yang inovatif.
Oleh karena itu sebaiknya guru menerapkan metode-metode yang bervariasi, menggabungkan berbagai metode dalam satu kesempatan, dan berusaha menciptakan atau menerapkan metode inovatif.


B. PENDEKATAN DAN METODE DALAM STANDAR KOMPETENSI BERBICARA
Dalam silabus yang telah saya buat, saya membahas standar kompetensi berbicara.

BERBICARA
6. Membahas cerita pendek melalui kegiatan diskusi
6.2. Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui kegiatan diskusi

Dari kelima pendekatan yang telah dijelaskan diatas maka saya menyesuaikan dengan silabus yang telah saya buat sebelumnya. Saya memilih untuk menggunakan strategi pendekatan Cooperative. Model Cooperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri atas dua orang atau lebih. Saya menyesuaikan dengan SK dan KD, jadi kegiatan diskusi yang akan dilaksanakan oleh siswa akan lebih tertuju pada kerja kelompok dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Disini guru berperan sebagai fasilitator. Dengan memahami langkah-langkah kegiatan pembelajaran dibawah ini akan lebih bisa menjelaskan alasan saya memilih pendekatan Cooperative dalam SK dan KD saya.

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran.
a. Kegiatan awal
• Menyiapkan media untuk memutarkan potongan film yang telah dipilih oleh guru
• Membagi kelas menjadi beberapa kelompok
• Memberikan sebuah referensi mengenai materi nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah cerpen/film.



b. Kegiatan inti
• Menonton potongan film
• Mendiskusikan nilai-nilai yang terkandung dalam potongan film tersebut.
• Melaporkan hasil diskusi di depan kelas
• Menanggapi hasil diskusi dari kelompok lain.
c. Kegiatan penutup
• Menguji keterampilan berbicara
• Mengevaluasi hasil diskusi

Pemilihan model pendeketan atau metode ini saya sesuaika dengan konteks kegiatan pembelajaran dimana siswa dibuat untuk kerja kelompok, meskipun dalam melihat tayangan potongan film ini melalui diri masing-masing, namun dalam penggarapannya untuk menentukan nilai-nilai yang terkandung dalam potongan film tersebut dilakukan secara berkelompok yang diharapkan siswa saling berbagi informasi dengan teman lainnya sehingga muncul rasa saling berbagi apa yang mereka punya. Pembelajaran ini juga melatih siswa untuk saling bersosialisasi karena kita juga hidup bermasyarakat dan kita juga diciptakan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Jadi, strategi pendekatan Cooperative menurut saya tepat untuk melaksanakan SK dan KD di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar