Minggu, 10 Juni 2012

Makalah PPD PBSID

KARAKTERISTIK ANAK USIA SEKOLAH DASAR Makalah Disusun guna Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik Dosen Pengampu : Joko Santoso, M.Ag Disusun oleh: Eva Rahayu A310080167 Yuli Dian Supraptiwi A310080173 Muhammad Rois A A31011011 PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat Sekolah Dasar(SD). Seorang guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, maka sangat penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Selain karakteristik yang perlu diperhatikan juga adalah kebutuhan peserta didik. pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri. Secara ideal, dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah dan guru seyogyanya dapat menyediakan dan memenuhi berbagai kebutuhan siswanya dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa. Di samping memperhatikan karakteristik anak, implikasi pendidikan dapat juga bertolak dari kebutuhan peserta didik. Pemaknaan kebutuhan siswa SD dapat diidentifikasi dari tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang muncul pada saat atau suatu periode tertentu dari kehidupan individu, yang jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa arah keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya, sementara kegagalan dalam melaksanakan tugas tersebut menimbulkan rasa tidak bahagia, ditolak oleh masyarakat dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka ada dua rumusan masalah. 1. Apakah pengertian karakteristik siswa? 2. Apa sajakah karakteristik anak usia SD? C. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas maka ada dua tujuan penulisan makalah ini. 1. Mendekripsikan pengertian karakteristik siswa. 2. Memaparkan karakteristik anak usia SD. D. Manfaat Adapun manfaat dari penulisan makalah ini. 1. Teoritis. a. Mengetahui definisi atau pengertian karakteristik siswa. b. Mengetahui berbagai karakteristik anak usia SD. 2. Praktis. a. Sebagai bahan acuan dan masukan dalam mempelajari definisi atau pengertian karakteristik siswa. b. Sebagai tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana pemahaman tentang bentuk karakteristik anak usia SD.   BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Karakteristik Siswa karakteristik siswa merupakan semua watak yang nyata dan timbul dalam suatu tindakan siswa dalah kehidupannya setiap saat. Sehingga dengan demikian, karena watak dan perbuatan manusia yang tidak akan lepas dari kondrat, dan sifat , serta bentuknya yang berbeda-beda, maka tidak heran jika bentuk dan karakter siswa juga berbeda-beda. Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat Sekolah Dasar. B. Karakteristik Anak Usia SD Adanya karakteristik yang berbeda-beda antara siswa yang satu dengan yang lain menjadi acuan bagi para guru untuk memperhatikan kebutuhan masing-masing siswa. Sebagai guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya sehingga sangatlah penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Selain karakteristik yang perlu diperhatikan kebutuhan peserta didik. Adapun karakeristik dan kebutuhan peserta didik dibahas sebagai berikut. 1. Pertumbuhan Jasmani a. Tingkat Pertumbuhan Pada anak usia 10 tahun baik laki-laki maupun perempuan badannya bertambah berat kurang lebih 3,5 kg dan tingginya bertambah. Namun setelah remaja anak perempuan pada usia 12-13 tahun berkembang lebih cepat daripada anak laki-laki. Menginjak umur 7 tahun anak tidak akan banyak berubah sampai berusia 9 tahun, hal ini masih dalam keadaan normal dalam arti anak tidak mengalami kelainan dalam proses pertumbuhan (Tanner dalam bukunya Saring Marsudi,dkk, 2008). Adanya perbedaan dari ras, suku, bangsa, bahkan tingkat ekonomi, pertumbuhan juga dipengaruhi oleh lingkungan. Biasanya anak yang pertumbuhannya lebih cepat merupakan anak yang tercukupi gizinya, begitu sebaliknya. Anak yang tinggal di rumah yang bagus dan nyaman biasanya akan lebih matang daripada anak yang bersasal dari keluarga kurang mampu atau berada di lingkungan yang kurang baik dan kurang sehat. Dengan demikian faktor lingkungan sangat mempengaruhi pertumbuhan anak. b. Nutrisi dan Pertumbuhan Seperti dijelaskan di atas bahwa anak yang mengalami pertumbuhan cepat dan mempunyai badan sehat adalah anak yang tercukupi gizi dan nutrisinya. Pada usia pertengahan biasanya anak-anak mempunyai nafsu makan yang baik. Kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak sangat banyak sehingga nutrisi dan nafsu makannya juga bertambah. Nutrisi dan kesehatan amat mempengaruhi perkembangan fisik anak. Untuk mendukung pertumbuhan yang pesat, anak-anak memerlukan 2.400 kalori setiap hari, 34 gram protein, dan rata-rata karbohidrat yang tinggi minimum harus dipertahankan (E.R William&Cakiendo, dalam bukunya Saring Marsudi,dkk, 2008). Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban, kurang berdaya dan tidak aktif. Sebaliknya anak yang memperoleh makanan yang bergizi, lingkungan yang menunjang, perlakuan orang tua serta kebiasaan hidup yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. c. Kesehatan dan Kebugaran Anak Kesehatan anak sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga kesehatan dan kebugaran anak harus diperhatikan. Beberapa aspek kesehatan dan kebugaran yang harus diperhatikan seperti dijelaskan dibawah ini menurut Sring Marsudi,dkk. 1) Obesity Kegemukan pada anak-anak sering terjadi pada usia 6-11 tahun. Anak gemuk biasanya kurang aktif, dan suka menonton TV. Bagi para orang tua sebaiknya diperhatikan jangan sering memberikan hadiah berupa makanan yang manis-manis, sebaiknya memberikan makanan yang beraneka ragam juga memiliki kadar nutrisi yang cukup. 2) Kondisi medis pada masa anak-anak Pada umumnya anak-anak mendapatkan sakit yang akut dalam waktu singkat dengan berbagai kondisi medis. Penyebabnya biasanya karena virus atau flu. Di samping itu juga banyak terdapat penyakit seperti sakit tenggorokan, radang tenggorokan, infeksi telingan, dan gangguan emosional yang sering kali menjadi bertambah pada waktu anak mendekati usia puber. 3) Penglihatan Anak-anak berusia 6 tahun cenderung memiliki penglihatan jarak jauh, sebab mata mereka belum matang dan dibentuk secara berbeda daripada orang dewasa. Nmaun setelah umur 6 tahun, anak-anak memiliki penglihatan yang lebih baik. 4) Kesehatan Gizi Pada usia 6 tahun anak mengalami tanggal gigi yang pertama kali, dan diganti dengan gigi yang tetap setiap tahun. Mengkonsumsi jenis makanan manis dapat merusak gigi pada anak. 5) Kebugaran Anak Berolah raga baik untuk kebugaran anak, karena apabila anak-anak kurang berolah raga, umumnya mereka mempunyai bentuk jasmani yang kurang baik. 2. Perkembangan Intelektual dan Emosional a. Perkembangan Intelektual Beberapa aspek perkembangan intelektual pada usia kanak-kanak menurut Saring Marsudi,dkk, (2008) dijelaskan dibawah ini. 1) Perkembangan kognitif : tahap operasi kongkrit piaget Pada masa ini anka-anak berfikir secara logis mengenai segala sesuatu yaitu pada usia sampai kira-kira 11 tahun. 2) Berfikir operasional Kemampuan aktivitas mental sebagai kebalikan dari aktivitas jasmani yang merupakan dasar untuk mulai berfikir dalam aktivitasnya. 3) Konservasi Kemampuan untuk mengenal atau mengetahui bahwa dua bilangan yang sama akan tetap sama dalam substansi berat atau volume selama tidak ditambah atau dikurangi. b. Perkembangan Emosi Dalam perkembangan emosional pada masa kanak-kanak akan terjadi beberapa hal. 1) Gangguan emosional pada anak-anak Misalnya: anak pernah overdosis pada obat sehingga ia takut bila berobat, anak melihat emosi orang dewasa yang berlebihan sehingga mereka takut pada orang dewasa. 2) Beberapa tipe masalah emosional Misalnya: berkelahi, berbohong, mencuri, merusak hak milik dan merusak aturan yang berlaku. 3) Gangguan kecemasan Misalnya: terpisah dari orang tua yang berakibat sakit kepala, sakit perut, dan sebagainya. 4) Takut sekolah Misalnya: mendapat tugas yang berat di sekolah, mendapatkan guru yang galak disekolah, dan sebaginya. 5) Kematangan sekolah Anak memiliki kematangan baik mental maupun kondisi fisiknya untuk menerima tuntutan pendidikan formal. Beberapa jenis terapi yang dilakukan dalam perkembangan emosi dengan tiga cara yaitu dengan terapi individual, terapi bermain, dan terapi keluarga. 3. Perkembangan Jasmani Perkembangan bahasa abgi anak dibagi menjadi 3 fase besar. 1) Fase satu kata atau Holofrase 2) Fase lebih dari satu kata 3) Fase Deferensiasi a. Bahasa Tubuh Bahasa tubuh merupakan cara seseorang berkomunikasi menggunakn bagian-bagian dari tubuh. b. Bicara Biacara merupakan salah satu alat komunikasi yang paling efektif, bagi anak bicara tidak sekedr prestasi tetapi juga berfungsi untuk mencapai tujuan. Potensi anak berbicara didukung oleh beberapa hal. 1) Kematangan alat bicara 2) Kesiapan berbicara 3) Adanya model untuk dicontoh 4) Kesempatan berlatih 5) Motivasi untuk belajar dan berlatih 6) Bimbingan c. Gangguan dalam perkembangan Berbicara Ada beberapa gangguan yang sering kali dialami oleh anak. 1) Anak cengeng 2) Anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain 4. Perkembangan Sosial, Moral dan Sikap a. Perkembangan Sosial Untuk mempelajari perkembangan anak, tidak kita dapat hanya melihat lingkungan langsung, tetapi juga interaksi lingkungan yang lebih besar. Hubungan interaksi positif akan mendorong perkembangan yang sehat dan positif pula, begitu sebaliknya. Orang tua diharapkan memberi hadiah/ganjaran pada anak yang berperilaku positif, dan memberikan hukuman pada anak yang berperilaku negatif. Fungsi hadiah/ganjaran yang penting dalam pendidikan yaitu memiliki nilai pendidikan, memberikan motivasi pada anak, dan memperkuat perilaku. Sedangkan hukuman berfungsi untuk megurangi perbuatan kesalahan, mendorong anak untuk berbuat benar, dan sebagai penguat motivasi. b. Perkembangan Moral dan Sikap Moralitas dapat didefinisikan sebagai kapasitas untuk membedakan yang benar dan salah. Moralitas memiliki tiga komponen yaitu komponen afektif, kognitif, dan perilaku. Proses pembentukan perilaku moral dan sikap anak dijelaskan sebagai berikut. 1) Imitasi (imitation) Imitasi berarti peniruan sikap, cara pandang serta tingkah laku orang lain yang dilakukan dengan sengaja oleh anak. 2) Internalisasi Internalisasi merupakan suatu proses yang merasuk pada diri individu (anak0 karena pengaruh sosial dalam kehidupannya. 3) Introvert dan Ekstrovert Introvert adalah kecenderungan individu untuk menarik diri dari lingkungan sosialnya. Ekstrovert adalah kecenderungan individu untuk mengarahkan perhatian keluar dirinya sehingga minat, sikap, dan keputusan yang diambil lebih banyak ditentukan oleh orang lain. 4) Kemandirian Kemandirian adalah kemampuan individu untuk berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain baik dalam bentuk material maupun moral. 5) Ketergantungan Ketergantungan ditandai dengan perilaku anak yang bersifat kekanak-kankan, perilaku tidak sesuai dengan anak lain yang sebaya usianya. 6) Bakat Ada dua jenis bakat yaitu bakat yang bertalian dengan kemahiran atau kemampuan mengenai suatu bidang pekerjaan khusus, dan bakat yang diperlukan untuk berhasil dalam tipe pendidikan tertentu.   KESIMPULAN Seorang guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, maka sangat penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri. Secara ideal, dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah dan guru seyogiyanya dapat menyediakan dan memenuhi berbagai kebutuhan siswanya dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa. Sepeti pemenuhan kebutuhan fisiologis, pemenuhan kebutuhan rasa aman, pemenuhan kebutuhan kasih sayang atau penerimaan, pemenuhan kebutuhan harga diri , pemenuhan kebutuhan akatualisasi diri.   DAFTAR PUSTAKA Arifin Hamid. 2011. Perkembangan Peserta Didik. Makalah. Http://MAKALAH%20PERKEMBANGAN%20PESERTA%20DIDIK%20%C2%AB%20hamidummajid.htm. Di akses pada tanggal 4 April 2012 pukul 09.30WIB. Dani. 2012. Karakteristik Anak Usia Sekolah Dasar. Http://karakteristik-anak-usia-sekolah-dasar.html. Di akses pada tanggal 14 April 2012 pukul 13.00 WIB. Elizabeth B, Hurlock. 1993. Psikologi Perkembangan. Jakarta. Erlangga Marsudi, Saring, dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Surakarta: BP-FKIP UMS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar